Indeks Kualitas Udara di Kota Batu Turun 10 Poin

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 18:00 WIB
KUALITAS MENURUN: Sejumlah warga melakukan aktivitas pembakaran sampah di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
KUALITAS MENURUN: Sejumlah warga melakukan aktivitas pembakaran sampah di kawasan Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu. (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Kualitas udara di Kota Batu menurun. Indeks Kualitas Udara (IKU) tercatat turun dari 83,95 pada 2024 menjadi 73,10 pada 2025. Nilainya merosot lebih dari 10 poin. Angka tersebut juga masih di bawah target pemerintah daerah sebesar 87,07. Target itu ditetapkan seiring meningkatnya beban emisi dari aktivitas masyarakat dan kendaraan bermotor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan mengatakan penurunan IKU menjadi indikator meningkatnya tekanan terhadap kualitas lingkungan. Menurut Dian, pengukuran IKU dilakukan menggunakan metode active sampler selama 24 jam di delapan titik pemantauan.

Hasil tersebut menjadi dasar untuk memetakan tingkat pencemaran udara dan menentukan langkah pengendalian. Ia menyebut, salah satu penyebab utama penurunan kualitas udara masih berasal dari kebiasaan masyarakat membakar sampah. Selain itu, perubahan iklim dan emisi gas rumah kaca turut memengaruhi kondisi udara.

Baca Juga: Nasi Bakar Sam Tole, Kuliner Malam di Kota Batu dengan Aneka Isian dan Minuman Tradisional - Radar Batu

“Ada faktor perubahan iklim, gas rumah kaca, gas metana, dan yang paling memengaruhi masih banyaknya aktivitas bakar-bakar sampah,” katanya. Faktor lain yang ikut mendorong penurunan IKU ialah meningkatnya volume kendaraan. Khususnya saat akhir pekan dan musim liburan.

Mobilitas wisatawan yang tinggi menyebabkan emisi kendaraan berbahan bakar fosil meningkat. Aktivitas pembangunan juga menyumbang debu partikulat ke udara. Untuk menekan laju penurunan kualitas udara, DLH menyiapkan sejumlah langkah pemulihan. Di antaranya penguatan edukasi. Tujuaannya agar masyarakat tidak lagi membakar sampah.

Di samping itu, penataan lalu lintas dan penambahan ruang hijau juga digalakkan. Salah satunya melalui penanaman pohon di titik-titik strategis. “Target kami kualitas udara di Kota Batu bisa kembali membaik,” tegas Dian. 

Editor : Fajar Andre Setiawan
Kualitas Udara IKU Kota Batu Pencemaran Udara Lingkungan Kota Batu polusi udara