BATU, RADAR BATU – Biaya mengikuti karnaval kemerdekaan yang mencapai sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per orang menjadi salah satu alasan pemerintah desa di Kota Batu menggelar kegiatan tersebut dua tahun sekali.
Kepala Desa Tulungrejo Suliono mengatakan tidak ada kewajiban iuran bagi masyarakat. Seluruh pembiayaan dilakukan secara gotong royong.
Baca Juga: Pemkot Batu Minta Karnaval Kemerdekaan Angkat Budaya Lokal, Bukan Adu Sound Horeg - Radar Batu
"Kalau ada yang mampu biasanya membantu lebih besar secara sukarela. Semua berbasis gotong royong," katanya.
Menurutnya, jeda dua tahun memberi kesempatan masyarakat menabung sekaligus menyiapkan konsep pertunjukan yang lebih matang.
Selain meringankan beban warga, Desa Bulukerto menilai pola dua tahunan juga membantu mengurangi kemacetan di kawasan wisata Kecamatan Bumiaji karena jadwal karnaval antardesa dapat diatur bergiliran.
Dengan pola tersebut, pemerintah desa berharap tradisi karnaval tetap lestari tanpa membebani ekonomi masyarakat maupun mengganggu arus wisata di Kota Batu.
Editor : Fajar Andre Setiawan