Karnaval Tetap Pakai Sound Horeg, tapi Bukan Lagi Jadi Atraksi Utama

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 15:00 WIB
PESTA RAKYAT: Salah satu sound horeg dalam kegiatan karnaval di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji pada Rabu lalu (5/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
PESTA RAKYAT: Salah satu sound horeg dalam kegiatan karnaval di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji pada Rabu lalu (5/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU – Penggunaan sound horeg dalam karnaval kemerdekaan di sejumlah desa Kota Batu tetap dipertahankan. Bedanya, sound kini hanya berfungsi sebagai pengiring pertunjukan budaya, bukan menjadi pusat perhatian seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Desa Tulungrejo Suliono mengatakan atraksi budaya tetap menjadi sajian utama. "Sound tetap ada, tetapi hanya sebagai pengiring pertunjukan, bukan untuk adu horeg yang berlebihan," ujarnya.

Menurut dia, tari tradisional, sendratari hingga pertunjukan warga menjadi identitas utama karnaval.

Baca Juga: Pemkot Batu Minta Karnaval Kemerdekaan Angkat Budaya Lokal, Bukan Adu Sound Horeg - Radar Batu

Konsep tersebut dipilih agar pelestarian budaya tetap berjalan tanpa menghilangkan unsur hiburan yang diinginkan masyarakat.

Selain itu, pemerintah desa juga memutuskan karnaval hanya digelar dua tahun sekali agar warga memiliki waktu lebih panjang mempersiapkan kegiatan sekaligus mengurangi beban biaya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Karnaval Kemerdekaan Budaya Lokal HUT Kemerdekaan RI Atraksi Budaya sound horeg