Pemkot Batu Minta Karnaval Kemerdekaan Angkat Budaya Lokal, Bukan Adu Sound Horeg

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 15:30 WIB
PESTA RAKYAT: Salah satu sound horeg dalam kegiatan karnaval di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji pada Rabu lalu (5/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
PESTA RAKYAT: Salah satu sound horeg dalam kegiatan karnaval di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji pada Rabu lalu (5/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU – Dinas Pariwisata Kota Batu meminta penyelenggara karnaval kemerdekaan dan bersih desa lebih mengedepankan atraksi budaya lokal dibanding pertunjukan sound horeg. Setiap desa didorong menampilkan identitas khasnya melalui seni, batik, pertanian hingga kuliner.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto mengatakan karnaval merupakan media efektif memperkenalkan budaya daerah kepada wisatawan.

"Tiap desa sebenarnya punya tematik sendiri. Ada yang khas batik, pertanian, seni tari hingga kuliner," ujarnya.

Baca Juga: Disdik Kota Batu Minta Kontraktor Proyek Sekolah Mangkrak Di-Blacklist - Radar Batu

Menurutnya, potensi tersebut akan lebih bernilai apabila dikemas menjadi pawai budaya sehingga tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata Kota Batu.

Meski demikian, pengaturan teknis penggunaan sound system menjadi kewenangan lintas instansi. Polres Batu menetapkan penggunaan sound horeg dibatasi maksimal enam subwoofer dan seluruh kegiatan harus selesai paling lambat pukul 23.00 sesuai ketentuan yang berlaku.

Editor : Fajar Andre Setiawan
HUT RI 2026 Budaya Lokal Karnaval HUT RI sound horeg karnaval budaya