BATU, RADAR BATU - Sebanyak 137 calon jemaah haji (CJH) Kota Batu masuk daftar urut porsi keberangkatan haji 2027. Mereka merupakan pendaftar pada Desember 2012 hingga Januari 2013 yang diperkirakan akan berangkat setelah menunggu sekitar 13 tahun.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batu Basuki Rachmat mengatakan proses verifikasi calon jamaah untuk musim haji 2027 mulai dilakukan. “Mereka sudah mendaftar sekitar Desember 2012 sampai Januari 2013,” ujarnya kemarin (3/8).
Basuki menjelaskan tahun ini terjadi perubahan mekanisme pembagian kuota haji. Sebelumnya, kuota mempertimbangkan jumlah penduduk muslim di tiap provinsi. Namun, kini penentuan lebih mengacu pada daftar tunggu nasional.
Baca Juga: 150 Kontingen Semarakkan Bantengan Nuswantara Kota Batu 2026 - Radar Batu
Dampaknya, kuota Jawa Timur meningkat dari sekitar 33 ribu menjadi 42 ribu jamaah. Sedangkan, rata-rata masa tunggu nasional sekitar 26 tahun. Karena itu, masyarakat yang memiliki kemampuan finansial disarankan mendaftarkan anak sejak dini.
Pendaftaran sudah bisa dilakukan mulai usia 12 tahun. Dengan begitu, keberangkatan diperkirakan berlangsung saat usia sekitar 38 tahun. Basuki menyebut Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 2027 belum ditetapkan.
Sebagai gambaran, Bipih 2026 sebesar Rp 54,19 juta per jamaah dari total Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) sebesar Rp 87,4 juta. Selisih Rp 33,21 juta ditutup melalui nilai manfaat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Baca Juga: Jukir Nakal di Kota Batu Terancam Dicabut Izin, Dishub Berlakukan Sanksi Berjenjang - Radar Batu
Kemenhaj juga mulai mempersiapkan penyelenggaraan haji 2027 melalui koordinasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), Dinas Kesehatan, dan pihak imigrasi. Persiapan mencakup pembinaan jamaah, pemeriksaan kesehatan, pengurusan visa, hingga pendampingan bagi jamaah berisiko tinggi.
Sebagai informasi, pada musim haji 2026 sebanyak 226 jamaah asal Kota Batu diberangkatkan setelah melunasi Bipih sesuai jadwal. Pemkot Batu turut memfasilitasi transportasi bus dan konsumsi bagi jemaah.
Editor : Fajar Andre Setiawan