150 Kontingen Semarakkan Bantengan Nuswantara Kota Batu 2026

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 16:00 WIB
BERLANGSUNG MERIAH: Salah satu kontingen bantengan dari luar kota tampil di depan panggung utama Jalan Panglima Sudirman kemarin (2/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)
BERLANGSUNG MERIAH: Salah satu kontingen bantengan dari luar kota tampil di depan panggung utama Jalan Panglima Sudirman kemarin (2/8). (RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU)

BATU, RADAR BATU - Ruas Jalan Panglima Sudirman berubah menjadi panggung budaya raksasa kemarin (2/8). Sebanyak 150 kontingen memeriahkan Bantengan Nuswantara 2026. Tak hanya diikuti seniman lokal, event budaya ini juga menarik perhatian seniman mancanegara.

Ribuan peserta dari ratusan paguyuban menampilkan atraksi terbaik, mulai kibasan pecut, sembur api, hingga arak-arakan kepala banteng. Penampilan mereka menyedot antusiasme warga dan wisatawan yang memadati pusat Kota Batu.

Ketua Pelaksana Bantengan Nuswantara 2026 Anjani Sekar Arum mengatakan penyelenggaraan tahun ini berbeda. Sebab, event digelar murni secara swadaya oleh komunitas bantengan. Ia memastikan pelaksanaan kegiatan budaya itu tidak kolaborasi dengan Pemkot Batu.

Baca Juga: Rp 4 M untuk 135 RTLH Kota Batu Diprioritaskan bagi Lansia dan Disabilitas - Radar Batu

“Hari ini ada 150 kontingen dari Kota Batu, Malang Raya, Mojokerto, Blitar, hingga Kediri,” ujarnya. Parade tersebut menjadi puncak rangkaian Bantengan Nuswantara yang berlangsung selama lima hari.

Hari pertama diisi penganugerahan kepada sesepuh bantengan, dilanjutkan kolaborasi seniman nasional dan internasional, pertunjukan di Pujon Ngroto, hingga parade di pusat Kota Batu. Anjani menyebut minat wisatawan asing terus meningkat.

Seniman internasional yang hadir tahun lalu kembali datang dengan mengajak kolega dan wisatawan dari negara asalnya. “Ada 18 peserta dari luar negeri, di antaranya Australia, Jepang, Malaysia, Maroko, dan Chili. Mereka datang khusus untuk menyaksikan Bantengan Nuswantara,” paparnya.

Baca Juga: Pelanggaran Jukir Nakal Terus Berulang, Karcis hingga Getok Tarif Dominasi Aduan Masyarakat - Radar Batu

Meski tanpa dukungan pemerintah, komunitas bantengan berkomitmen menjaga tradisi yang telah berlangsung selama 18 tahun tersebut. Menurut Anjani, keberhasilan acara diukur dari antusiasme masyarakat dan dampaknya terhadap UMKM serta pelaku ekonomi kreatif.

“Kesuksesan acara bukan dari banyaknya pejabat yang hadir, tetapi dari manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya. Parade budaya berlangsung hingga malam. Panitia menargetkan seluruh rangkaian acara berakhir sekitar pukul 00.00.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Budaya Nusantara Bantengan Nuswantara 2026 festival budaya wisata budaya bantengan