Akademisi UB: Jukir Nakal dan Getok Tarif Bisa Merusak Citra Wisata Kota Batu

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:00 WIB
DIKELUHKAN WISATAWAN: Salah seorang jukir menarik parkir di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu beberapa waktu lalu.
DIKELUHKAN WISATAWAN: Salah seorang jukir menarik parkir di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu beberapa waktu lalu.

BATU, RADAR BATU - Praktik parkir liar, getok tarif, hingga tidak diberikannya karcis parkir dinilai bukan sekadar pelanggaran retribusi. Akademisi Pariwisata Universitas Brawijaya, Faidlal Rahman, menilai persoalan tersebut dapat merusak citra Kota Batu sebagai destinasi wisata.

Menurutnya, pelayanan parkir merupakan pengalaman pertama yang langsung dirasakan wisatawan ketika berkunjung.

"Praktik yang dianggap tidak adil itu berpotensi menurunkan tingkat kepuasan wisatawan. Ujungnya bisa merusak loyalitas dan menekan minat kunjungan ulang," ujarnya.

Baca Juga: Pelanggaran Jukir Nakal Terus Berulang, Karcis hingga Getok Tarif Dominasi Aduan Masyarakat - Radar Batu

Ia menjelaskan pengalaman negatif wisatawan kini sangat mudah menyebar melalui media sosial atau electronic word of mouth (eWOM).

Apabila kasus serupa terus berulang, publik akan menilai lemahnya pengawasan pemerintah terhadap tata kelola parkir.

Faidlal menegaskan yang dipertaruhkan bukan lagi nominal uang parkir, melainkan reputasi Kota Batu yang selama ini dibangun sebagai kota wisata.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Pariwisata Kota Batu Getok Tarif Pelayanan Parkir kunjungan wisata jukir nakal