BATU, RADAR BATU - Maraknya praktik parkir liar dan juru parkir (jukir) nakal di Kota Batu mencerminkan lemahnya tata kelola pelayanan publik. Ulah arogan oknum jukir berpotensi mengganggu citra Kota Batu sebagai destinasi wisata. Apalagi persoalan yang sama terus berulang.
Akademisi Pariwisata Universitas Brawijaya (UB) Faidlal Rahman menilai pelayanan parkir merupakan bagian dari pengalaman wisata. Sebab, layanannya langsung dirasakan pengunjung. Karena itu, persoalan parkir tepi jalan tidak bisa dianggap sepele.
“Praktik yang dianggap tidak adil itu berpotensi menurunkan tingkat kepuasan wisatawan. Ujungnya bisa merusak loyalitas dan menekan minat kunjungan ulang (revisit intention),” ujarnya. Menurutnya pengalaman buruk wisatawan sangat mudah menyebar di media sosial.
Baca Juga: Rp 4 M untuk 135 RTLH Kota Batu Diprioritaskan bagi Lansia dan Disabilitas - Radar Batu
Fenomena tersebut electronic word of mouth (eWOM). Kasus getok tarif dan penahanan karcis yang terus berulang berisiko membentuk persepsi negatif terhadap Kota Batu secara keseluruhan.
Ia menegaskan wisatawan umumnya tidak membedakan apakah pelanggaran dilakukan oknum atau merupakan kelemahan sistem. Ketika kasus serupa terus bermunculan, publik akan menilai pengawasan pemerintah terhadap sektor perparkiran belum berjalan optimal.
“Kalau kasus seperti ini terus muncul, masyarakat akan menganggap itu sebagai karakter destinasi. Dampaknya bukan hanya pada kepuasan wisatawan saat ini, tetapi juga minat calon wisatawan yang belum pernah datang,” paparnya.
Faid menambahkan persoalan parkir bukan lagi soal nominal uang yang dipungut secara tidak semestinya. Yang dipertaruhkan adalah reputasi Kota Batu sebagai kota wisata yang selama ini dibangun melalui berbagai investasi dan promosi.
Karena itu, ia mendorong Pemkot Batu memperkuat sistem pengawasan dan penegakan aturan secara konsisten. Menurutnya, ketegasan terhadap pelanggaran akan memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan.
Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu Chilman Suaidi mengatakan mengaku telah menyiapkan penguatan pengawasan di titik-titik parkir strategis. Salah satu langkah yang tengah diusulkan adalah pemasangan kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV).
Baca Juga: Dishub Kota Batu Kekurangan Pengawas, 20 Petugas Awasi 380 Juru Parkir - Radar Batu
“Insyaallah dalam waktu dekat kami akan mengusulkan pengadaan CCTV khusus pengawasan parkir apabila mendapat dukungan anggaran,” ujarnya. Menurut Chilman, CCTV tidak dipasang di seluruh lokasi parkir. Namun, diprioritaskan pada kawasan dengan aktivitas parkir dan pendapatan retribusi yang tinggi.
Rekaman kamera diharapkan menjadi alat pendukung untuk memantau dan membuktikan pelanggaran yang dilakukan oknum jukir. Lokasi yang diusulkan meliputi koridor Jalan Panglima Sudirman, Jalan Gajah Mada di sekitar Alun-Alun Kota Batu, Jalan Diponegoro, hingga Jalan Agus Salim.
Kawasan tersebut dinilai memiliki tingkat mobilitas kendaraan tinggi sehingga lebih rawan terjadi pelanggaran. Selain pengawasan berbasis teknologi, Dishub juga memperkuat penegakan aturan melalui sanksi administratif berjenjang.
Baca Juga: Jukir Nakal di Kota Batu Masih Marak, Aduan Terbanyak Soal Karcis dan Tarif Parkir - Radar Batu
Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Parkir (Binwaskir) Dishub Kota Batu Adi Santoso menjelaskan penindakan dimulai dari teguran lisan, pemanggilan resmi, hingga penarikan rompi jukir. “Bahkan penarikan rompi jukir diterapkan bagi pelanggaran tertentu sebagai langkah penertiban,” katanya.
Sanksi itu diberikan kepada jukir yang berulang kali melanggar standar operasional. Penarikan rompi menjadi tahap sebelum pencabutan izin bertugas di lokasi parkir. Tanpa atribut resmi, jukir tidak diperbolehkan lagi melakukan penarikan retribusi.
Adi berharap langkah tersebut memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kedisiplinan petugas parkir di lapangan. Di sisi lain, masyarakat juga diminta aktif melaporkan apabila menemukan pelanggaran. Misalnya, tidak diberi karcis resmi atau dikenai tarif di luar ketentuan.
Dishub optimistis pengawasan berbasis CCTV, penegakan sanksi yang konsisten, serta partisipasi masyarakat dapat menekan praktik parkir nakal. Langkah itu diharapkan mampu memulihkan kepercayaan wisatawan sekaligus menjaga citra Kota Batu sebagai destinasi wisata yang aman, nyaman, dan tertib.
Editor : Fajar Andre Setiawan