Krisis Air Batu, Perumdam Minta Kota Malang dan Kabupaten Malang Ikut Jaga Hulu Brantas

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 15:00 WIB
MITIGASI BENCANA: Wali Kota Batu Nurochman dan Tim BPBD Kota Batu melakukan susur Sungai Krecek, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji kemarin (31/3).
MITIGASI BENCANA: Wali Kota Batu Nurochman dan Tim BPBD Kota Batu melakukan susur Sungai Krecek, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.

BATU, RADAR BATU – Perumdam Among Tirto Kota Batu meminta Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kabupaten Malang ikut bertanggung jawab menjaga kelestarian kawasan hulu Sungai Brantas. Sebab, kedua daerah tersebut juga menikmati pasokan air yang bersumber dari Kota Batu.

Direktur Perumdam Among Tirto Ahmad Yusup mengatakan upaya menjaga mata air tidak bisa hanya dibebankan kepada Kota Batu sebagai daerah hulu.

"Kami berharap Pemkot Malang dan Pemkab Malang ikut berperan aktif menjaga serta memulihkan kelestarian sumber air di Kota Batu," tegasnya.

Baca Juga: Korban Pembacokan di Kelurahan Temas, Kota Batu Sudah Dipulangkan dari RS - Radar Batu

Di tengah penurunan debit sejumlah mata air, Perumdam juga mulai menambah sumber air baku baru melalui kerja sama dengan masyarakat Dusun Glonggong, Kelurahan Temas, untuk memanfaatkan Sumber Genengan.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi defisit pasokan air bersih yang selama ini menyebabkan distribusi bergilir di kawasan selatan Kota Batu.

Jika pasokan dari sumber baru berjalan optimal, kebutuhan pelanggan di Beji, Pendem, dan Mojorejo diharapkan dapat terpenuhi sehingga distribusi bergilir di Temas bisa dihentikan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Perumdam Among Tirto Distribusi Air Krisis Air Sumber Air Baku air bersih