BATU, RADAR BATU – Penurunan debit mata air di Kota Batu dinilai bukan sekadar dipengaruhi musim kemarau. Akademisi menyebut alih fungsi lahan di kawasan hulu menjadi penyebab utama berkurangnya cadangan air tanah.
Pakar Hukum Lingkungan dan Hukum Adat Universitas Widyagama Malang Purnawan Dwikora Negara menjelaskan pada dekade 1990-an kawasan hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas memiliki sekitar 500 titik mata air. Namun jumlah tersebut terus menyusut seiring berkurangnya kawasan konservasi.
"Daya resap tanah menurun akibat alih fungsi lahan. Akibatnya kemampuan kawasan hulu menyimpan air juga ikut berkurang," katanya.
Baca Juga: Warga Ambil Alih Penyerahan PSU Tiga Perumahan ke Pemkot Batu - Radar Batu
Selain itu, meningkatnya penggunaan sumur bor berkapasitas besar untuk kebutuhan usaha maupun pertanian juga dinilai mempercepat penurunan cadangan air tanah.
Menurut Purnawan, tanpa perlindungan kawasan resapan dan pengendalian eksploitasi air tanah, ancaman krisis air di Kota Batu akan semakin besar dalam beberapa tahun mendatang.
Editor : Fajar Andre Setiawan