Debit Mata Air Kota Batu Turun 20 Persen, Warga Mulai Kesulitan Air Bersih

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 14:30 WIB
MITIGASI BENCANA: Wali Kota Batu Nurochman dan Tim BPBD Kota Batu melakukan susur Sungai Krecek, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji kemarin (31/3).
MITIGASI BENCANA: Wali Kota Batu Nurochman dan Tim BPBD Kota Batu melakukan susur Sungai Krecek, Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji beberapa waktu lalu.

BATU, RADAR BATU – Krisis air bersih mulai dirasakan di Kota Batu. Perumdam Among Tirto mencatat rata-rata debit mata air turun sekitar 20 persen dalam dua tahun terakhir.

Dampaknya, distribusi air bersih di sejumlah wilayah mulai terganggu, bahkan ada yang harus membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu wilayah terdampak ialah Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Kawasan ini hanya mengandalkan pasokan dari Sumber Darmi. Ketika debit mata air menurun, aliran air ke rumah-rumah warga ikut tersendat.

Baca Juga: Responden Tolak Didata? BPS Kota Batu Siapkan Pendekatan Berlapis hingga Kepala BPS Turun Langsung - Radar Batu

Direktur Perumdam Among Tirto Kota Batu Ahmad Yusup mengatakan debit Sumber Darmi kini tinggal sekitar 11 liter per detik sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

"Wilayah Oro-Oro Ombo hanya mengandalkan Sumber Darmi. Saat ini debitnya turun hingga sekitar 11 liter per detik sehingga berdampak pada distribusi air ke pelanggan," ujarnya.

Baca Juga: Warga Ambil Alih Penyerahan PSU Tiga Perumahan ke Pemkot Batu - Radar Batu

Selain penurunan debit, Perumdam juga menghadapi persoalan jaringan perpipaan yang sudah tua. Sekitar 60 persen pipa di wilayah Oro-Oro Ombo merupakan peninggalan era kolonial sehingga rawan bocor dan sulit dideteksi.

Perumdam berencana melakukan revitalisasi jaringan secara bertahap untuk mengurangi kehilangan air sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Editor : Fajar Andre Setiawan
Krisis Air Bersih Perumdam Among Tirto Mata Air Distribusi Air air bersih