BATU, RADAR BATU - Satuan tugas (satgas) lintas dinas bakal dibentuk Pemkot Batu untuk memperketat pengawasan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun. Langkah ini diambil menyusul viralnya dugaan praktik tidak higienis salah satu pedagang wedang ronde.
Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumperindag) Kota Batu Dian Fachroni Kurniwan mengatakan pembentukan satgas merupakan tindak lanjut atas arahan Sekretaris Daerah (Sekda) Alfi Nurhidayat. Tujuannya sebagai upaya menjaga kepercayaan masyarakat dan wisatawan.
“Harapannya ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Ini menjadi evaluasi bersama agar citra Alun-Alun Kota Batu sebagai sentra kuliner tetap terjaga,” ujarnya. Dian menjelaskan, pihaknya telah meminta klarifikasi kepada pemilik lapak. Berdasarkan keterangan pedagang, tudingan kuah sisa pembeli dicampur kembali ke dalam wadah jualan tidak benar.
Baca Juga: Diskumperindag dan Paguyuban Bantah Dugaan Wedang Ronde Tak Higienis di Alun-Alun Kota Batu
“Pedagang menggunakan ceret, bukan panci seperti yang beredar. Sisa kuah langsung dibuang, tidak dicampur kembali,” katanya. Saat kejadian, lapak juga disebut dijaga oleh karyawan, bukan pemilik. Menurut Dian, berbeda dengan kasus kuliner viral sebelumnya, tuduhan kali ini tidak disertai bukti visual sehingga masih perlu diklarifikasi.
Ia menambahkan, Pemkot selama ini menerapkan lima standar pembinaan PKL. Di antaranya meliputi aspek higienitas bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), sertifikasi halal, keamanan pangan, kepastian daftar harga, serta pelayanan yang ramah kepada wisatawan.
Ketua Paguyuban Pasar Laron Sahid juga membantah tudingan tersebut. Berdasarkan penelusuran paguyuban, baik sisa makanan maupun kuah pembeli dikumpulkan di wadah terpisah sebelum dibuang. Ia memastikan aktivitas itu bukan untuk digunakan kembali.
Baca Juga: Isu Ronde Tak Higienis Gempar di Medsos, Paguyuban PKL Pasar Laron Alun-Alun Batu Buka Suara
“Saya menduga foto gerobak yang beredar merupakan dokumentasi lama,” ujarnya. Meski demikian, Sahid mengakui isu tersebut sempat membuat jumlah pengunjung menurun. (ori/dre)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang