Isu Ronde Tak Higienis Gempar di Medsos, Paguyuban PKL Pasar Laron Alun-Alun Batu Buka Suara

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 16:16 WIB
Kondisi pasar kuliner di Alun-Alun Kota Batu pada siang hari. (Dokumen Radar Malang)
Kondisi pasar kuliner di Alun-Alun Kota Batu pada siang hari. (Dokumen Radar Malang)

BATU, RADAR BATU – Keresahan melanda puluhan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Alun-Alun Kota Batu pasca-viralnya tuduhan praktik kuliner tidak higienis oleh salah satu oknum penjual wedang ronde. Menanggapi isu yang terus menggelinding di media sosial tersebut, Paguyuban Pasar Laron langsung pasang badan dan memberikan klarifikasi resmi.

Ketua Paguyuban Pasar Laron, Sahid, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penelusuran internal dengan memanggil dan mengonfirmasi langsung pemilik lapak wedang ronde yang bersangkutan. Dari hasil konfirmasi tersebut, pemilik membantah keras tuduhan yang menyebutkan bahwa sisa kuah pembeli dicampur kembali ke panci rebusan.

Baca Juga: Viral! Warganet Beberkan Dugaan Penjual Wedang Ronde di Alun-Alun Kota Batu Campur Sisa Kuah Pembeli ke Panci

“Menurut keterangan pedagang, sisa makanan atau kuah dari pembeli itu dikumpulkan dulu di wadah sebelum akhirnya dibuang ke tempat sampah, bukan dicampur lagi,” ujarnya.

Dari hasil penelusuran paguyuban, Sahid juga menduga foto gerobak yang beredar di media sosial merupakan foto lama, bukan kondisi saat ini.

Sahid tidak menampik bahwa narasi negatif yang telanjur viral tersebut memberikan dampak lumayan pemukul bagi iklim usaha para PKL di pusat keramaian Kota Batu. Menurutnya, kepercayaan publik yang goyah berimbas langsung pada omzet para pedagang lain yang sejatinya sudah menerapkan standar kebersihan dengan baik.

“Bukan cuma di Pasar Laron saja, pedagang di seluruh area Alun-Alun ikut merasakan imbasnya karena kondisi pasar jadi makin sepi sejak isu ini muncul,” bebernya.

Editor : Aditya Novrian
Pasar Laron alun-alun kota batu ronde