BATU, RADAR BATU - Penghimpunan zakat mal di Kota Batu menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, nilai zakat yang terkumpul mencapai Rp 567 juta. Capaian itu ditopang kenaikan jumlah muzakki sebesar sekitar dua persen dibanding tahun sebelumnya. Dari 1.522 orang pada 2024 menjadi 1.552 orang pada 2025. Penguatan jaringan 130 Unit Pengumpul Zakat (UPZ) juga dinilai berperan mendorong peningkatan penghimpunan dana umat.
Data Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batu menunjukkan jumlah muzakki terus bertambah dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 1.451 orang. Jumlah itu naik menjadi 1.522 orang pada 2024. Tahun lalu kembali meningkat menjadi 1.552 orang. Ketua Baznas Kota Batu Abu Sofyan mengatakan peningkatan tersebut tidak lepas dari penguatan jaringan UPZ di tingkat kelurahan, desa, hingga instansi.
BACA JUGA: Prediksi Prancis vs Inggris: Pertarungan Memperebutkan Juara Ketiga Piala Dunia 2026
Saat ini Baznas memiliki 130 UPZ aktif. Sebanyak 48 berada di Kecamatan Batu. Kemudian, 43 UPZ di Kecamatan Junrejo. Sisanya, 39 UPZ berada di Kecamatan Bumiaji. “Kami terus memperluas jaringan UPZ agar penghimpunan zakat semakin optimal dan dikelola secara transparan. Bertambahnya muzakki bagi kami juga menjadi modal penting untuk memperluas program pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.
Dana zakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan konsumtif. Namun, juga diarahkan untuk mendukung program sosial dan ekonomi produktif. Salah satu mitra penghimpunan zakat ialah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batu. Melalui kerja sama dengan Baznas, zakat dan infak pegawai Kemenag rata-rata mencapai sekitar Rp 6 juta setiap bulan.
Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kota Batu Ahmad Syakir Sukari mengatakan kerja sama tersebut diikat melalui nota kesepahaman. Dalam skema itu, sebagian hak amil dikembalikan kepada Kemenag untuk mendukung kegiatan sosial. “Menjelang Hari Amal Bakti, dana itu kami salurkan kembali kepada masyarakat melalui bakti sosial,” jelasnya.
BACA JUGA: 5 Spot Foto Instagramable di Gussari Goa Pinus Batu yang Wajib Dicoba
Menurut Sukari, potensi penghimpunan zakat di lingkungan Kemenag juga meningkat setelah bertambahnya aparatur baru. Selama setahun terakhir, sekitar 150 pegawai baru dari formasi PPPK dan PNS bergabung. Kini jumlah pegawai aktif mencapai sekitar 300 orang. Penambahan itu memperluas basis muzakki di lingkungan Kemenag.
Dampaknya, kapasitas penyaluran bantuan sosial juga meningkat. Sukari menambahkan pihaknya terus memberikan edukasi mengenai perbedaan zakat mal, infak, dan sedekah agar penyaluran dana sesuai dengan ketentuan syariah dan administrasi.
Kolaborasi Baznas dan Kemenag diharapkan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat. Dengan jaringan UPZ yang terus berkembang dan jumlah muzakki yang meningkat, penghimpunan zakat diharapkan mampu memberikan dampak lebih besar terhadap pengentasan kemiskinan di Kota Batu. (kr2/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan