BATU, RADAR BATU - Peringatan Hari Kartini 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Batu kemarin (21/4) dikemas berbeda dengan menghadirkan fashion show yang diikuti 31 aparatur sipil negara (ASN) di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani. Kegiatan diawali dengan upacara bendera yang dipimpin Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu Siti Faujiah.
Seluruh ASN tampil mengenakan kebaya sebagai simbol penghormatan terhadap perjuangan perempuan. Usai upacara, suasana berubah menjadi panggung peragaan busana. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) mengirimkan satu perwakilan untuk tampil di catwalk.
Baca Juga: Pemuda Dibekuk Polisi setelah Curi 19 Keping Emas Senilai Rp 54 Juta di Sidodadi Ngantang
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Batu Heru Yulianto mengatakan kegiatan ini merupakan inovasi baru dalam peringatan Hari Kartini. “Ini pertama kali kami gelar, dan antusias OPD cukup tinggi. Ada 31 peserta yang ikut,” ujarnya.
Menurut dia, penilaian tidak hanya pada busana, tetapi juga mencakup kepercayaan diri, ekspresi, dan kesesuaian tema. Panitia menyiapkan enam pemenang, terdiri dari tiga terbaik dan tiga juara harapan. “Para pemenang akan mendapatkan piagam dan uang pembinaan,” kata Heru.
Baca Juga: Rincian Lengkap SPMB 2026 Kota Batu: Jalur Domisili 40%, Prestasi 35%, Ini Skema Penilaiannya
Sorak dukungan dari rekan sesama ASN mewarnai jalannya acara. Setiap peserta yang tampil mendapat apresiasi dari instansi masing-masing. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini diharapkan mempererat hubungan antarpegawai. Momentum Kartini juga dimaknai sebagai penguatan peran perempuan di ruang publik.
Siti Faujiah mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai peringatan Kartini perlu dikemas kreatif agar relevan dengan kondisi saat ini. “Banyak kebijakan yang sudah mendukung perempuan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga keterlibatan di posisi strategis,” ujarnya.
Baca Juga: Nilai TKA Masuk Pertimbangan SPMB, Bobot Capai 35 Persen, Jadi Variabel Penilaian Tertinggi
Ia menambahkan peran perempuan sangat luas, mulai dari sektor kesehatan hingga pendidikan dalam keluarga. “Semangat Kartini harus terus hidup dalam setiap langkah perempuan,” tandasnya.
Editor : Fajar Andre Setiawan