BATU – Perbaikan talang air bocor di Pasar Induk Among Tani yang dijadwalkan mulai hari ini (21/4) kembali tertunda. Hingga kini pekerjaan belum berjalan karena pelaksana proyek masih menunggu material untuk perbaikan.
Penundaan ini terjadi meski sebelumnya koordinasi perbaikan telah dilakukan pada 20 April. Namun, pekerjaan yang mulai berjalan baru sebatas pengangkutan sisa material proyek yang sebelumnya masih berserakan di area pasar.
Baca Juga: Harga Kuliner Pasar Induk Among Tani Kota Batu Naik Terimbas Plastik
Sementara perbaikan talang belum dapat dimulai karena proses pengadaan bahan penambalan masih berlangsung.
Pembantu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu Andi Kuswanto mengatakan, pelaksana saat ini masih fokus memenuhi kebutuhan material.
“Informasinya masih belanja bahan untuk penambalan talang air yang bocor itu,” ujarnya.
Dia menjelaskan, material yang dibutuhkan berupa alat tambal khusus. Sebab kondisi talang secara umum masih tergolong baru sehingga belum memerlukan penggantian total, melainkan cukup dilakukan perbaikan di titik kebocoran.
Sebelumnya, perbaikan talang sempat dinyatakan rampung pada Oktober tahun lalu. Namun kebocoran kembali muncul dan dikeluhkan pedagang maupun pengunjung pasar.
Karena masih masuk masa pemeliharaan, perbaikan menjadi tanggung jawab pelaksana proyek.
Andi juga mengungkapkan, sebelumnya proses perbaikan sempat terkendala pemenuhan tenaga kerja bersertifikat tenaga kerja bangunan tertentu (TKBT). Kini tenaga kerja disebut sudah tersedia, namun material belum siap.
“Kalau material ada, mungkin satu pekan bisa tuntas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Batu Syeh Zaenal Arifin menyebut, titik kebocoran yang harus diperbaiki cukup banyak.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar tujuh titik kebocoran baru yang membutuhkan penanganan.
Editor : Aditya Novrian