ASN Pemkot Batu WFH 50 Persen Tiap Jumat

Rori Dinanda Bestari • Dipublikasikan Sabtu, 11 April 2026 | 11:30 WIB
SKEMA BERUBAH: Kondisi Balai Kota Among Tani Batu saat sebagian ASN WFH kemarin (10/4). RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU
SKEMA BERUBAH: Kondisi Balai Kota Among Tani Batu saat sebagian ASN WFH kemarin (10/4). RORI DINANDA BESTARI/RADAR BATU

 

BATU - Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mulai menerapkan pola kerja fleksibel bagi aparatur sipil negara (ASN). Melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor 800/611/35.79.132/2026, skema 50 persen Work From Home (WFH) dan 50 persen Work From Office (WFO) resmi diberlakukan setiap Jumat mulai kemarin (10/4).

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan kebijakan ini bukan bentuk pelonggaran kinerja. Sebaliknya, langkah tersebut menjadi bagian dari adaptasi budaya kerja baru sekaligus efisiensi energi. “Meski WFH, ASN tetap dipantau melalui presensi digital,” ujarnya.

BACA JUGA  Longsor dan Pohon Kembali Tumbang di Jalur Payung Batu akibat Hujan Deras

Dalam aturan itu, ASN wajib melakukan presensi mobile tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan sore. Mereka juga harus tetap on call serta siap kembali ke kantor jika sewaktu-waktu dibutuhkan pimpinan. Selain itu, laporan kinerja wajib diunggah melalui aplikasi E-Kinerja.

Namun, tidak semua organisasi perangkat daerah (OPD) bisa menerapkan skema tersebut. Layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap diwajibkan bekerja penuh dari kantor.

BACA JUGA Henkus Bedah Modernitas Lewat Pameran “Paradoks Mitologi” di Galeri Raos Kota Batu

Di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, BPBD, Damkarmat, Bapenda, Dispendukcapil, DPMPTSP, DLH, hingga kecamatan dan kelurahan. “Pejabat struktural juga tidak boleh WFH agar komando organisasi tetap berjalan,” tegasnya.

Bagi OPD yang tetap WFO, Pemkot juga mendorong penggunaan transportasi umum, khususnya bagi pegawai dengan jarak tempuh di atas lima kilometer. Sementara itu, sejumlah dinas mulai menerapkan skema kerja bergilir. Salah satunya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpussip) Kota Batu.

BACA JUGA Masa Depan Pertanian di Tengah Gejolak Alih Fungsi Lahan (12): Jeruk Mulai Menggeser Tahta Apel

Kepala Disperpussip Abdul Rais menyebut, layanan perpustakaan tetap berjalan normal. Namun, pembagian kerja dilakukan untuk mendukung percepatan digitalisasi arsip. “Staf yang di kantor fokus scanning dokumen, sementara yang WFH melakukan input data,” ujarnya.

Editor : Fajar Andre Setiawan
wfh asn kota batu pemkot batu