RADAR BATU - Pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah isu rencana penyesuaian atau kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Ia menegaskan bahwa pihak Pertamina belum melakukan penyesuaian harga BBM dan tidak ada kenaikan harga BBM pada April mendatang.
Kepastian tersebut didukung dengan koordinasi antara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Pertamina atas perintah dari Presiden Prabowo Subianto.
“Bapak Presiden selalu mengedepankan kepentingan rakyat dan kepentingan masyarakat di dalam mengambil sebuah keputusan. Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM non subsidi,” kata Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Ia berharap, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang lebih jelas dan akurat setelah mengetahui informasi ini. Terlebih, agar masyarakat tidak perlu panik dan resah lantaran ketersediaan BBM masih terjamin.
“Ketersediaan BBM kami jamin, kita jamin dan harga tidak terjadi penyesuaian,” tukasnya.
Bertentangan dengan pernyataan di atas, beredar informasi kenaikan harga BBM non subsidi per April 2025 di media sosial. Disebutkan bahwa harga Pertamax akan naik menjadi Rp17.850 per liter dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter.
Tidak hanya Pertamax, Pertamax Green pun dikabarkan ikut naik menjadi Rp19.150 per liter dari harga Rp12.900 per liter. Tak tertinggal, Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.450 per liter dari harga Rp13.100 per liter.
Bahkan disebut informasi kenaikan harga dibarengi dengan selebaran berisi logo dan tulisan Danantara Indonesia pada pojok kiri dan Pertamina Patra Niaga (PPN) pada pojok kanan. Namun, informasi tersebut langsung dibantah oleh Pertamina.