BUMIAJI, RADAR BATU - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Batu sejak Senin sore (30/3) memicu banjir luapan di sejumlah titik. Air bercampur lumpur dilaporkan merendam pemukiman dan menutup akses jalan utama sejak pukul 17.30, dengan setidaknya empat titik terdampak parah hampir bersamaan.
Berdasar data BPBD Kota Batu, titik paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Bumiaji yakni Desa Punten dan Desa Tulungrejo. Di Dusun Kungkuk, Desa Punten, Sungai Krecek meluap, menjebol pagar pembatas sungai dan merangsek ke rumah warga. Empat rumah terdampak, yakni milik Solikin, Eko Riza Primadi, Sardi, dan Anita Puspa Dewi.
Baca Juga: Bumiaji Kota Batu Kembali Banjir setelah Tiga Sungai Meluap
“Rumah Bapak Sardi terendam cukup parah, akhirnya diungsikan ke rumah kerabat,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko kepada Jawa Pos Radar Batu.
Di Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, kondisi serupa terjadi. Saluran irigasi tak mampu menampung debit air hujan, sehingga rumah milik Wisnugraha ikut terendam lumpur pekat hingga merusak perabotan rumah tangga. Petugas gabungan diterjunkan untuk mengevakuasi barang-barang berharga.
Banjir juga menutup total akses transportasi menuju Dusun Wonorejo. Lumpur setinggi 50 sentimeter menutupi seluruh badan jalan, membuat kendaraan sulit melintas dan mengakibatkan kerusakan pada aspal di beberapa titik. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Dinas PUPR melakukan penyemprotan sisa lumpur agar jalan aman dilalui.
Suwoko menambahkan, petugas telah memasang garis pengaman di titik jalan rusak untuk menghindari kecelakaan. Koordinasi juga terus dilakukan dengan perangkat desa untuk mendata total kerugian materil warga terdampak.
Meski tidak ada korban jiwa, BPBD Kota Batu mengimbau warga dan wisatawan tetap waspada, terutama saat hujan deras melanda dataran tinggi.
“Warga diminta berhati-hati saat melintasi jalur rawan longsor dan banjir luapan, terutama saat intensitas hujan tinggi,” tegas Suwoko.
Editor : Aditya Novrian