BATU - Lonjakan aktivitas belanja menjelang Idulfitri mulai terasa di Pasar Induk Among Tani. Kunjungan masyarakat meningkat signifikan dan mendorong pendapatan parkir harian menembus lebih dari Rp12 juta per hari 18 Maret lalu. Kenaikan ini mencerminkan tingginya mobilitas warga dalam memenuhi kebutuhan Lebaran.
Koordinator parkir Pasar Induk Among Tani Ari Eko mengatakan pada hari normal pendapatan parkir berada di bawah Rp10 juta. Dia menyebut biasanya sekitar Rp9 juta per hari. Seiring lonjakan pengunjung, pengelola menambah petugas untuk mengatur arus kendaraan. Tambahan personel berasal dari petugas keamanan yang sebelumnya libur.
BACA JUGA: Pedagang Pasar Among Tani Kota Batu Siap Kurangi Plastik, Asal Ada Pengganti yang Praktis
“Ada tiga tambahan petugas untuk membantu mengurai kepadatan,” katanya. Menurut Ari, peningkatan kunjungan dipicu kebutuhan belanja masyarakat yang memuncak menjelang Lebaran. Selain itu, arus pemudik yang mulai datang juga ikut mendorong keramaian pasar.
“Banyak pemudik sudah tiba di Kota Batu,” tambahnya. Hal ini terlihat dari variasi pelat nomor kendaraan yang masuk. Selain didominasi wilayah Malang Raya, kendaraan dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar provinsi juga mulai berdatangan.
Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga H-1 dan H+1 Lebaran. Bahkan, lonjakan pengunjung diprediksi semakin tinggi, terutama di zona kuliner. Tingginya volume kendaraan mulai berdampak pada kapasitas parkir. Sejumlah kendaraan terlihat parkir di tepi jalan karena area utama tidak lagi mencukupi.
Situasi ini menunjukkan tekanan pada infrastruktur pasar saat periode puncak kunjungan. Pengelola berharap pengunjung tetap tertib agar aktivitas pasar tetap lancar. Salah satu pedagang Aina Sofi membenarkan peningkatan jumlah pembeli. Menurutnya, lonjakan paling terasa di sektor sandang, perabot, dan bumbu jadi. “Ramai sekali, sampai antre,” tandasnya. (dia/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan