Ia juga menyatakan bahwa motif 4 terduga masih didalami karena mereka baru menerima para prajurit itu dari Detasmen Markas (Denma) BAIS TNI pagi tadi.
”Jadi, kita juga masih mendalami apa motifnya dari 4 yang diduga pelaku tadi. Kemudian yang kedua tadi masalah motif, motivasi juga sama. Jadi, kami mohon bersabar,” ungkap Yusri.
Aktivis yang kerap menyuarakan isu-isu soal hak asasi manusia (HAM) itu mengalami luka bakar serius. Sampai hari ini, ia masih menjalani perawatan di RSCM.
Keempat terduga pelaku sebagaimana disampaikan oleh Yusri berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES berasal dari dua matra TNI yang berbeda. Yakni TNI AL dan TNI AU. Keempatnya kini tengah diperiksa oleh Puspom TNI.
”Jadi, sekarang yang diduga keempat tersangka (terduga pelaku) itu sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” ucap Yusri.
BACA JUGA: Purnama Hotel Batu, Pilihan Aspek Liburan Idul Fitri yang Nyaman
Akibat serangan itu, Andrie mengalami luka bakar serius. Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya membeberkan bahwa persentasenya mencapai 24 persen dengan luka bakar nyaris di sekujur tubuh.
”Terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (13/3).
Dimas mengaku bahwa serangan terhadap Andrie terjadi setelah ia melakukan siniar atau podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Menteng, Jakarta Pusat. Siniar tersebut bertajuk Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.
”Pasca peristiwa tersebut, Andrie Yunus segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis. Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen,” ungkap dia.
Sumber: https://jawapos.com/kasuistika/2603180253/libatkan-4-orang-prajurit-puspom-tni-dalami-motif-penyiraman-air-keras-terhadap-wakil-koordinator-kontras-andrie-yunus