Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Talang Pasar Induk Among Tani Batu Bocor Lagi, Pedagang Keluhkan Genangan Air

Aditya Novrian • Selasa, 10 Maret 2026 | 05:00 WIB

Photo
Photo

BATU – Keluhan pedagang kembali muncul terkait kondisi talang di Pasar Induk Among Tani Kota Batu. Padahal, perbaikan talang baru dilakukan sekitar enam bulan lalu. Namun kini sejumlah titik kembali bocor hingga menimbulkan genangan air di beberapa area pasar.

Kebocoran salah satunya terjadi di kawasan Zona 8 lantai dua. Saat hujan turun, air dari talang yang bocor mengalir hingga membanjiri area kios pedagang.

Salah seorang pedagang, Inggrid Gunawan, mengatakan kerusakan mulai terlihat sekitar satu bulan terakhir. Awalnya lubang pada talang berukuran kecil, namun dalam beberapa hari terakhir jumlahnya bertambah dan kondisinya semakin melebar.

“Kalau di sekitar kios saya di Zona 8 lantai dua, ukuran lubangnya tidak terlalu besar tetapi menyebar,” ujarnya.

Menurut dia, ukuran lubang pada talang berkisar antara satu hingga tiga sentimeter. Meski tampak kecil, jumlahnya cukup banyak sehingga air hujan tetap mengalir dan menggenangi area kios, terutama saat hujan lebat disertai angin.

Selain kebocoran, pedagang juga sering mendengar suara seng yang tertiup angin cukup keras ketika hujan turun. Kondisi tersebut membuat pedagang khawatir air yang masuk akan merusak barang dagangan mereka.

“Beberapa hari terakhir sudah cukup parah. Kalau banjir begini takutnya air masuk ke dalam toko. Tentu itu merugikan pedagang,” ungkapnya.

Inggrid menambahkan, pedagang sebenarnya sudah beberapa kali melaporkan kondisi tersebut kepada petugas pasar. Namun hingga kini perbaikan belum juga dilakukan.

“Setiap dibersihkan kami juga melapor, tetapi belum ada tindak lanjut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu Andry Yunanto memastikan pemerintah daerah akan melakukan perbaikan pada sejumlah talang yang rusak.

Menurut dia, anggaran perbaikan sudah disiapkan. Namun waktu pelaksanaan masih menunggu arahan pimpinan.

“Sudah dianggarkan perbaikan. Untuk pelaksanaannya masih menunggu arahan pimpinan,” ujarnya.

Sebelum perbaikan dilakukan, pihaknya akan melakukan pendataan ulang secara lebih detail terhadap titik-titik kerusakan. Hal tersebut dilakukan agar proses perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh.

“Ini sedang berprogres. Akan didata ulang secara valid supaya saat diperbaiki tidak ada lagi titik yang terlewat dan kebocoran tidak kembali terjadi,” pungkasnya. (dia)

Editor : Aditya Novrian
#among tani #keluhan