MALANG KOTA - Upaya memperkuat kualitas dan daya saing lulusan dilakukan Universitas Negeri Malang (UM) dengan membuka delapan program studi baru pada 14 Februari lalu. Program tersebut mencakup jenjang magister (S2), doktoral (S3), hingga pendidikan profesi.
Penambahan ini tersebar di berbagai bidang keilmuan. Pada jenjang doktoral dibuka S3 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), S3 Pendidikan Sejarah, S3 Ekonomi Pembangunan, dan S3 Ilmu Sejarah.
Pada jenjang magister, tersedia S2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), S2 Pendidikan Bahasa Jerman, serta S2 Double Degree Technology and Engineering Education Program (TEP) bekerja sama dengan Goldsmiths, University of London.
Sementara pada jenjang profesi, dibuka Pendidikan Profesi Psikolog. Direktur Pendidikan UM Prof Evi Eliyanah, mengatakan pembukaan prodi baru didasarkan pada kebutuhan spesifik dunia kerja dan perkembangan keilmuan.
“Bahasa Jerman, misalnya, menjadi bahasa asing alternatif yang membutuhkan tenaga profesional di sekolah,” ujarnya. Pembukaan Pendidikan Profesi Psikolog juga dinilai relevan dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan mental.
Kebutuhan tenaga psikolog diproyeksikan terus meningkat di sektor pendidikan maupun industri. “Kami ingin memastikan ada link and match antara lulusan dan kebutuhan tenaga kerja,” kata Evi.
Kebutuhan kompetensi spesifik juga dirasakan mahasiswa. Izzah Afkarina, mahasiswa magister yang tengah magang di Kementerian Ketenagakerjaan, menilai industri kini lebih selektif. “Perusahaan tidak hanya melihat ijazah, tapi kemampuan konkret,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguasaan keahlian praktis menjadi faktor penentu dalam proses rekrutmen. Dengan delapan prodi baru tersebut, UM berharap mampu melahirkan lulusan dengan kompetensi riset dan profesional yang kuat. (Najwa Niken Azzahra/ori/dre)
Editor : Fajar Andre Setiawan