BATU - Satu titik gate parkir otomatis di kawasan Alun-Alun Kota Wisata Batu mulai dioperasikan sejak 18 Februari lalu. Uji coba perdana dilakukan di pintu masuk Jalan Sudiro Selatan dan mulai tampak berjalan pada Sabtu (21/2) lalu.
Pantauan di lokasi, kendaraan roda empat di arahkan masuk melalui portal otomatis dengan pengawasan petugas. Arus kendaraan perlahan menyesuaikan dengan sistem baru tersebut, meski belum sepenuhnya tertib.
Berbeda dengan pintu di Sudiro Selatan, gate parkir di Jalan Munif yang diperuntukkan bagi kendaraan roda dua belum berfungsi. Portal terlihat tertutup. Pengendara sepeda motor terpaksa mencari akses lain di samping gate untuk masuk ke area parkir.
Kondisi ini memicu kebingungan sebagian pengunjung. Sejumlah kendaraan masih nekat masuk melalui jalur Sudiro Utara, tepat di depan Masjid Agung An-Nur. Padahal, jalur tersebut seharusnya difungsikan sebagai pintu keluar.
Banyak pengendara memilih akses itu karena dianggap lebih dekat dan praktis. Di sisi lain, sinkronisasi antara sistem digital dan pelayanan manual di lapangan juga belum sepenuhnya rapi. Sejumlah juru parkir (jukir) di dalam kawasan alun-alun terpantau tidak memberikan karcis kepada pengendara setelah kendaraan diparkirkan.
Hal ini memunculkan pertanyaan soal integrasi sistem dan potensi kebocoran retribusi. Anton, petugas Dishub yang berjaga di pintu Sudiro Utara, membenarkan bahwa pengoperasian sudah dimulai sejak 18 Februari. Ia mengakui tahap awal ini masih diwarnai kendala teknis dan penyesuaian perilaku masyarakat.
“Kami memfokuskan kendaraan mobil lewat Sudiro Selatan dengan bantuan petugas di lokasi,” ujarnya. Menurut dia, pihaknya terus mengedukasi pengunjung agar mengikuti alur resmi melalui portal otomatis.
Terkait gate di Jalan Munif yang belum berfungsi, ia memastikan kendala tersebut akan segera dilaporkan untuk diperbaiki. “Kalau tidak diberi karcis, pengendara boleh langsung minta ke jukir,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Batu Chilman Suaidi menyatakan saat ini operasional masih tahap uji coba. Ia menegaskan pintu di kawasan An-Nur dibuka khusus sebagai akses keluar.
Meski demikian, implementasi awal ini menyisakan sejumlah catatan. Sosialisasi dinilai belum merata, fungsi gate belum berjalan serentak di semua titik. Mekanisme integrasi tarif antara mesin otomatis dan jukir manual belum sepenuhnya transparan.
Tanpa evaluasi menyeluruh, sistem baru itu berisiko menimbulkan kebingungan publik dan membuka celah ketidaktertiban. Dishub perlu memastikan digitalisasi parkir tidak berhenti pada pemasangan alat, tetapi juga konsisten dalam pengawasan dan tata kelola di lapangan. (ori/dre)
Disunting kembali oleh Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian