Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Pasar Takjil Ramai, Copet Mengintai, Satpol PP Kerahkan Tim Gabungan

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 22 Februari 2026 | 15:05 WIB

PERLU WASPADA: Ribuan orang mengerumuni lapak pasar takjil di Jalan Surabaya, Kecamatan Klojen beberapa waktu lalu. LAYYINA FAZA DZULHIJAH/RADAR MALANG
PERLU WASPADA: Ribuan orang mengerumuni lapak pasar takjil di Jalan Surabaya, Kecamatan Klojen beberapa waktu lalu. LAYYINA FAZA DZULHIJAH/RADAR MALANG

 

MALANG KOTA - Kepadatan pengunjung di sejumlah pasar takjil Ramadan di Kota Malang kembali memunculkan ancaman pencopetan. Untuk mengantisipasi tindak kriminal tersebut, Satpol PP Kota Malang bersama aparat gabungan meningkatkan patroli. Selain itu petugas juga  mengimbau warga selalu waspada saat berada di lokasi bazar, terutama pada jam-jam menjelang berbuka puasa.

Pasar takjil yang menjamur di berbagai titik, termasuk kawasan Jalan Surabaya, Universitas Negeri Malang (UM), memang memudahkan warga berburu makanan berbuka. Namun, kerumunan yang padat juga menjadi celah bagi pelaku kejahatan.

Anas (bukan nama sebenarnya), salah satu pengunjung, mengaku pernah menjadi korban pencopetan saat berburu takjil pada Ramadan 2024 di kawasan tersebut. Ia kehilangan telepon genggam yang sebelumnya disimpan di saku jaket. “Saat membayar di salah satu lapak, ponsel saya masih ada. Setelah itu saya raba, sudah hilang,” ujarnya.

Saiful Anam, pedagang es kelapa yang rutin berjualan di lokasi, membenarkan risiko kehilangan barang meningkat saat kondisi pasar sangat padat. Ia bahkan pernah menyaksikan langsung aksi pencopetan terjadi di tengah kerumunan jelang waktu berbuka.

“Pengunjung berhimpitan, jadi sering tidak sadar kalau barangnya diambil,” katanya. Penyelenggara telah menyiagakan petugas keamanan. Namun, pengawasan tidak akan efektif tanpa kewaspadaan pengunjung. Ia mengingatkan agar tas dibawa di bagian depan tubuh dan barang berharga tidak diletakkan di saku luar yang mudah dijangkau.

Sementara itu, petugas Satpol PP Kota Malang, Anton, mengaku telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menjaga keamanan pasar takjil. Pengamanan tidak hanya berfokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada pencegahan tindak kriminalitas.

“Selain patroli keliling, kami menyampaikan imbauan lewat pengeras suara agar warga lebih waspada,” ujarnya saat dikonfirmasi 19 Februari lalu. Anton juga mengingatkan pengunjung untuk tidak mengenakan perhiasan mencolok yang berpotensi memancing aksi kejahatan. Pembayaran nontunai melalui QRIS juga disarankan untuk meminimalkan risiko kehilangan uang tunai.

“Dengan transaksi digital, warga tidak perlu membuka dompet atau membawa uang tunai dalam jumlah besar,” katanya. Meski aparat meningkatkan pengamanan, Anton menegaskan kewaspadaan pribadi tetap menjadi kunci. Di tengah keramaian, pelaku kejahatan kerap sulit dikenali dan cepat menghilang di antara kerumunan. (Nila Ratnasari/Layyina Faza Dzulhijah/ori/dre)

Editor : Fajar Andre Setiawan
#jalan surabaya #Pasar Takjil 2026