Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Permintaan Melemah, Harga Apel Batu di Tingkat Petani Kota Batu Terus Merosot

A. Nugroho • Sabtu, 20 Desember 2025 | 17:35 WIB
STOK APEL: Salah satu penjual apel di zona apel Pasar Induk Among Tani menjajakan dagangannya kemarin (17/12).
STOK APEL: Salah satu penjual apel di zona apel Pasar Induk Among Tani menjajakan dagangannya kemarin (17/12).

BATU - Harga apel di tingkat petani Kota Batu terus meluncur dalam sepuluh hari terakhir. Pelemahan permintaan, terutama dari pasar luar daerah, membuat harga jual komoditas unggulan itu kian tertekan. Dampaknya paling dirasakan petani di sentra produksi Kecamatan Bumiaji.

 

Pemilik kebun apel di Bumiaji, Utomo menyebut penurunan harga terjadi hampir di semua varietas. Apel Anna kini dijual di kisaran Rp11-12 ribu per kilogram. Sementara, apel Manalagi berada pada rentang Rp13-17 ribu per kilogram. Adapun apel Rumbiuti masih menjadi yang tertinggi, meski ikut turun yakni sekitar Rp17 ribu per kilogram.

 

“Kalau sebelumnya Manalagi bisa Rp20-22 ribu, Rumbiuti Rp30 ribu, dan Anna sekitar Rp16 ribu. Sekarang semuanya turun,” kata Utomo. Menurutnya, penurunan harga dipicu melemahnya konsumsi masyarakat. Sejumlah bencana alam di beberapa daerah turut menekan daya beli, sehingga permintaan apel ikut menyusut.

 

“Permintaan turun, otomatis harga ikut tertekan,” ujarnya. Penurunan harga mulai terasa sejak sekitar sepuluh hari terakhir. Padahal, sebelumnya harga apel sempat menguat seiring tingginya permintaan saat perayaan keagamaan besar di Bali, seperti Galungan. Namun setelah momentum tersebut berlalu, permintaan kembali melemah.

 

Dari sisi produksi, Utomo menyebut hasil panen petani juga mengalami penurunan sekitar 20 persen. Meski demikian, apel jenis Anna dinilai relatif lebih stabil kualitasnya dibanding varietas lain. Menghadapi pasar yang lesu, sebagian petani mulai mencari jalur alternatif dengan memasarkan hasil panen secara daring.

 

Mulai dari penjualan melalui media sosial hingga live streaming. Hal itu dilakukan untuk memperluas jangkauan konsumen dan memangkas ketergantungan pada tengkulak.

Kondisi serupa dibenarkan Ngatin, salah satu pengepul apel di Kota Batu. Di tingkat pengepul, harga Manalagi kini berada di kisaran Rp13-15 ribu per kilogram, Anna sekitar Rp9-10 ribu, dan Rumbiuti Rp15-18 ribu.

 

“Manalagi sebelumnya masih Rp19 ribu per kilogram. Penurunan mulai terasa sejak akhir November, setelah tidak ada lagi perayaan besar di Bali,” kata Ngatin. Ia mengakui, harga apel Batu masih sangat bergantung pada permintaan dari Bali. Saat momentum upacara keagamaan berlangsung, kebutuhan apel melonjak tajam dan langsung mengerek harga.

 

Sebaliknya, ketika permintaan mereda, harga pun ikut jatuh. Untuk menjaga perputaran usaha, pengepul kini mulai mengalihkan distribusi ke daerah lain, seperti Bandung, guna menutup penurunan serapan dari Bali. “Kami coba cari pasar baru supaya penjualan apel Batu tetap berjalan,” ujarnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#melemah #apel #petani