JUNREJO - Pembangunan proyek jembatan dan trotoar di depan SMPN 3 Kota Batu berpotensi molor. Hingga kemarin (14/11), progres proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dengan anggaran paling besar itu masih di angka 60 persen. Padahal proyek tersebut ditarget rampung pertengahan Desember mendatang.
Artinya, waktu pengerjaan hanya tersisa satu bulan saja. Kepala Bidang Tata Ruang dan PJU DPUPR Kota Batu, Dedy Angga Satriawan menjelaskan keterlambatan progres disebabkan beberapa faktor. Mulai dari cuaca hingga ketersediaan material. Saat hujan turun, pengerjaan kerap terpaksa ditunda. Sebab, lokasi proyek memang tepat berada di sungai.
Selain itu, kondisi tanah juga curam terlebih setelah dilakukan pengerukan dengan alat berat. “Kami juga menjaga keselamatan para pekerja karena trafik dan kondisi tanah yang labil bisa memicu longsor,” ujarnya.
Selain faktor cuaca, Dedy menyampaikan kendala material juga cukup berpengaruh terhadap progres pembangunan. Beberapa bahan baku mengalami kenaikan harga dan keterlambatan pengiriman. Hal itu berdampak langsung pada jadwal pemasangan. Terutama untuk material bagian jembatan yang juga masih diproses di workshop.
“Untuk jembatan memang belum berprogres karena masih menunggu material datang,” katanya. Ia menjelaskan jembatan akan menggunakan material uditch atau pabrikasi, bukan sistem cor manual. Pemilihan material ini dinilai lebih kuat dan presisi, sekaligus menjadi satu kesatuan konstruksi dengan trotoar dan jalan.
“Insyaallah minggu depan sudah mulai terlihat capaian progresnya,” tambah Dedy. Meski sempat terkendala, pihaknya memastikan pekerjaan akan tetap diselesaikan sesuai jadwal kontrak. Dia sudah mewanti-wanti pihak pelaksana agar memaksimalkan waktu dan tenaga di sisa masa pengerjaan.
Sebagai informasi, proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp4,9 miliar. Proyek itu sudah dikerjakan sejak Agustus lalu. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho