BATU - Empat pendamping Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih yang bertugas di Kota Batu mengikuti pembekalan di Surabaya sejak 3-7 November. Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas pendamping sebelum turun ke lapangan.
Namun, keempatkan sebenarnya sudah melakukan pendampingan di lapangan sejak Oktober lalu. Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskumperindag) Kota Batu, Muhammad Ghufron Sholihin mengatakan pendamping dibagi dalam dua kategori.
Pertama, pendamping manajemen atau Project Management Officer (PMO). Mereka fokus pada administrasi koperasi. Mulai dari menjalankan fungsi pengawasan dan pengelolaan untuk memastikan program koperasi berjalan efektif di tingkat desa/kelurahan.
Mereka akan mengarahkan dan membantu penyusunan laporan kegiatan, laporan keuangan, laporan tahunan, dan pelaksanaan rapat anggota tahunan (RAT). “Pendamping manajemen ada dua orang, satu perempuan dan satu laki-laki,” jelasnya.
Kedua, pendamping Business Assistant (BA). Mereka yang bertanggung jawab dalam pengembangan usaha koperasi termasuk mengarahkan proses pendampingan di sisi produktivitas dan keberlanjutan usaha.
“Pendamping BA juga dua orang, semuanya laki-laki,” imbuh Ghufron. Dia menambahkan masa kerja para pendamping bersifat sementara. Yakni hanya kontrak selama tiga bulan saja. Selama kontrak,mereka ditarget mendampingi seluruh koperasi binaan secara bergilir.
“Setiap minggu setidaknya ada tiga koperasi yang didampingi,” tuturnya. Ghufron berharap para pendamping semakin memahami teknis pendampingan setelah mengikuti pembekalan. Sehingga, mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan kelembagaan koperasi. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho