Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Progres Pengerjaan 50 Proyek PUPR Masih 48 Persen, Tetap Optimistis Bisa Rampung Tepat Waktu

A. Nugroho • Sabtu, 25 Oktober 2025 | 17:21 WIB
DIBERI PERINGATAN: Kondisi lokasi proyek pembangunan jembatan dan trotoar di depan SMP Negeri 3 Kota Batu penuh tumpukan sisa pemotongan pohon. Proyek itu diprediksi akan molor.
DIBERI PERINGATAN: Kondisi lokasi proyek pembangunan jembatan dan trotoar di depan SMP Negeri 3 Kota Batu penuh tumpukan sisa pemotongan pohon. Proyek itu diprediksi akan molor.

BATU - Penuntasan proyek fisik Pemerintah Kota (Pemkot) Batu masih punya waktu dua bulan lagi. Namun, progresnya terbilang cukup alot. Dari 50 titik pengerjaan, akumulasi realisasi progresnya masih di angka 48 persen. Bahkan ada dua proyek yang diprediksi bakal molor. Yakni proyek drainase di Jalan Brantas dan pembangunan jembatan serta pelebaran jalan di sekitar SMP Negeri 3 Batu.

 

Kendati begitu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu Alfi Nurhidayat optimistis 50 proyek itu akan rampung tepat waktu. Dia menyampaikan sebagian proyek kecil melalui pengadaan langsung sudah selesai. Saat ini tinggal proyek skala sedang dan besar saja yang masih terus berprogres.

 

Alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menyebut 50 proyek fisik yang dikerjakan tahun ini menelan anggaran sebesar Rp 40 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan trotoar, drainase, plengsengan, jembatan, jalan, hingga pengelolaan sumber daya air. Tentu besaran untuk masing-masing proyek akan berbeda-beda.

 

“Anggaran yang paling kecil Rp 60 juta sedangkan yang paling besar Rp 4,9 miliar,” ungkapnya. Anggaran proyek paling besar yakni untuk pembangunan jembatan, trotoar, dan jalan di area SMP Negeri 3 Batu, Jalan Ir Soekarno, Desa Beji, Kecamatan Junrejo. Alfi mengatakan kontrak pengerjaannya juga berbeda-beda, mulai 60, 90, sampai 120 hari kerja.

 

“Besaran anggaran dan lama pengerjaannya bergantung skala proyeknya,” imbuhnya. Alfi mengatakan proyek skala sedang dan besar sudah mulai dikerjakan sejak Juli lalu secara bertahap dan bergantian. Proyek yang menelan anggaran di atas Rp 200 juta akan melalui mekanisme lelang dengan sejumlah rekanan.

 

Beruntung tak ada penambahan proyek fisik melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) beberapa waktu lalu. Sebab, sebelumnya ada potensi penambahan proyek fisik seiring pengajuan perbaikan jembatan di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. Namun, usulan tersebut tertolak lantaran keterbatasan anggaran dan alasan urgensi.

 

Pihaknya mengaku fokus menyelesaikan proyek reguler. Khususnya yang ada di dua titik dengan progres paling seret. Yakni pembangunan trotoar di Jalan Brantas dengan progres pengerjaan 55 persen dan pembangunan jembatan serta pelebaran jalan di sekitar SMP Negeri 3 Batu dengan progres baru 27 persen.

 

Alfi menyampaikan ada beberapa alasan mengapa dua proyek tersebut cukup alot. Untuk pengerjaan trotoar di Jalan Brantas, terkendala banyaknya baliho yang menghalangi pengerjaan. Sedangkan, Pemkot Batu tidak bisa serta merta melakukan pencopotan lantaran wewenang lintas sektor.

 

Sementara, untuk perbaikan jembatan, trotoar, dan pelebaran jalan sekitar SMP Negeri 3 Batu terkendala keterlambatan pengiriman material dari pabrik dan kondisi medan yang sulit karena berada di jalan utama dan merupakan tempat dengan mobilitas yang tinggi. “Saat ini pengerjaan sudah menggunakan alat berat untuk membantu pengerukan,” ungkapnya.

 

Masalah lainnya adalah penebangan sejumlah pohon untuk pelebaran trotoar. Untuk jembatan akan dikerjakan setelah pelebaran trotoar selesai. Dirinya menilai dua proyek  itu berpotensi molor. “Bagaimana pun kondisi di lapangan, keterlambatan akan dikenai pinalti sesuai dengan perjanjian kerja sama,” pungkasnya. (dia/dre)

Editor : A. Nugroho
#molor #pupr #DPUPR #pemkot #batu