BATU - Tak hanya terkenal dengan destinasi wisata buatan, Kota Batu kini juga menjadi magnet bagi para pencinta alam. Itu terbukti dari jumlah kunjungan di destinasi wisata alam. Seperti yang terjadi di beberapa coban atau air terjun, jalur pendakian, taman, hingga pemandian air panas.
Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat angka kunjungan di destinasi wisata alam sepanjang tahun mencapai 1,1 juta. Kunjungan terbesar yakni di Wisata Coban Talun, Gunung Banyak, dan Pemandian Air Panas Cangar.
Kepala Disparta Kota Batu Onny Ardianto mengatakan wisata alam kini berhasil menyedot animo kunjungn wisatawan mancanegara. “Sayangnya, tidak semua pengelola destinasi wisata alam rutin melaporkan angka kunjungannya,” jelasnya.
Dia memprediksi jumlah kunjungan lebih banyak dari data yang diakumulasi Pemerintah Kota (Pemkot) Batu. Lonjakan angka kunjungan wisata alam membuat Pemkot Batu terus meningkatkan eksistensinya.
Di antaranya dengan melakukan perawatan ruti dan membuat paket wisata hemat. “Seperti yang sudah ada di banyak coban saat ini adalah paket wisata seperti canyoning atau olahraga petualangan ekstrem di alam bebas,” ungkapnya..
Canyoning biasanya dilakukan dengan penelusuran sungai dan ngarai yang melibatkan berbagai aktivitas seperti berenang, melompat, panjat tebing, meluncur, dan rappelling (turun tebing dengan tali) untuk mengikuti aliran air dari hulu ke hilir.
Kendati begitu, Onny mengingatkan agar pengelola senantiasa memperhatikan aspek keselamatan atau Standard Operational Procedure (SOP). Baik dari segi alat maupun Sumber Daya Manusia (SDM).
“Pemandu wajib tersertifikasi dan sudah mengantongi izin melakukan aktivitas komersil di lokasi tersebut,” kata Onny. Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) itu berharap pelaku wisata alam mengedepankan sisi edukasi dan kelestarian lingkungan.
Terpisah, Owner Ciliwung Camp Canyoning, Maksum mengatakan selalu menyediakan open trip di Coban Putri dengan ketinggian 35 meter. Sebelum memulai olahraga canyoning, dirinya memberikan simulasi dan pembekalan khusus kepada peserta atau wisatawan.
“Mereka kami ajarkan mulai dari teknik berjalan, memanjat, scrambling, melompat, hingga rapelling,” katanya. Mereka tak hanya belajar menyusuri kontur tebing air terjun yang curam. Melainkan juga diajarkan pose agar hasil dokumentasi bisa bagus.
Seperti melakukan back flip hingga pose lain sesuai permintaan peserta. Tiap wisatawan hanya perlu merogoh kocek Rp 350 ribu saja untuk menjajal olahraga tersebut dengan minimal peserta 10 orang per trip. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho