BATU - Sebanyak 60 relawan penyandang disabilitas di Kota Batu mengikuti pelatihan pencegahan dan penanggulangan bencana di Ruang Bromo Hotel Zam Zam kemarin (28/8). Pelatihan tersebut baru pertama kali dilakuan. Tujuannya untuk membekali keterampilan para disabilitas untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana.
Bahkan, mereka juga dilatih untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang lain. Peserta terdiri atas berbagai jenis disabilitas. Mulai dari difabel fisik, sensorik, intelektual, dan mental. Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Batu Gatot Nugraha mengatakan pelatihan itu digelar selama dua hari sejak 27 Agustus lalu.
Dalam pelatihan tersebut peserta didampingi 40 shadow. Mereka akan membantu peserta untuk memahami dan mengikuti arahan pemateri. Termasuk untuk memberikan terjemahan dalam bahasa insyarat bagi penyandang disabilitas rungu. “Peserta paling muda berusia 16 tahun dan paling tua usia 50 tahun” ujarnya.
Selama dua hari mereka mendapatkan materi terkait kiat-kiat prabencana, saat bencana, dan penanggulangan pascabencana. Pemateri berasal dari BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selain mendapat materi mereka juga melakukan praktik langsung. Seperti pertolongan pertama pada diri sendiri dan orang lain.
“Harapan kami, mereka tidak hanya menjadi objek tetapi bisa menjadi subjek yang mandiri dan bisa menolong orang lain,” imbuh Gatot. Alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) itu merasa peserta sangat antusias. Terbukti kuota 100 orang bisa terpenuhi. Yakni 60 untuk penyadang disabilitas dan 40 untuk pendamping.
Proses perekrutan peserta bekerja sama dengan Rumah Inklusi Kota Batu. Secara spesifik, mereka juga tergabung dalam berbagai komunitas difabel. Terpisah, Ketua Rumah Inklusi Ariyati mengungkapkan pihaknya mengajukan program ini sejak Februari lalu. Inisiasi itu disampaikan langsung kepada Gatot.
“Nah setelah itu awal Agustus lalu kami menanyakan ulang ternyata sudah dijadwalkan dua hari ini,” terang Ariyati. Perempuan yang juga merupakan guru SLB Negeri Batu itu mengungkapkan semua anggota Rumah Inklusi mengikuti kegiatan ini. “Kami buka peluang untuk yang di luar komunitas juga,” pungkasnya. (dia/dre)
Editor : A. Nugroho