Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

Jukir dan PKL Tolak Smart Gate Parking Alun-Alun Kota Wisata Batu, Khawatir Tidak Akan Diberdayakan Lagi dan Mengalami Penurunan Omzet

Fajar Andre Setiawan • Rabu, 16 Juli 2025 | 17:06 WIB

 

 

MASSA AKSI: Para jukir dan PKL Alun-Alun Kota Wisata Batu melakukan demontrasi penolakan pembangunan smart gate parking di Balai Kota Among Tani Batu kemarin (15/7).
MASSA AKSI: Para jukir dan PKL Alun-Alun Kota Wisata Batu melakukan demontrasi penolakan pembangunan smart gate parking di Balai Kota Among Tani Batu kemarin (15/7).

BATU - Ratusan massa menggeruduk Balai Kota Among Tani Batu kemarin pagi (15/7) pukul 09.00. Massa yang terdiri atas juru parkir (jukir), Pedagang Kaki Lima (PKL), dan penyedia jasa dokar serta odong-odong itu melakukan demonstrasi penolakan rencana pembangunan smart gate parking di Alun-Alun Kota Wisata Batu yang akan dilakukan November nanti.

Aksi tersebut mereka lakukan lantaran khawatir kehilangan pekerjaan dan mengalami penurunan omzet. Dari pantauan wartawan koran ini, ada sekitar 200 orang yang melakukan demonstrasi. Mereka membentangkan banner bertuliskan Menolak Gate Parkir di depan lobi balai kota. Tak berselang lama, para demonstran ditemui pihak Dinas Perhubungan (Dishub).

Poin Penolakan Smart Gate Parking di Alun-Alun Kota Wisata Batu.
Poin Penolakan Smart Gate Parking di Alun-Alun Kota Wisata Batu.

Selanjutnya, ada 15 perwakilan massa aksi yang diminta mengikuti audiensi. Ketua Umum Paguyuban PKL Alun-Alun Kota Batu Puspita Herdysari cemas apabila gate parkir malah akan memicu kemacetan yang lebih parah. Sebab, dia mengestimasikan setiap pengguna jasa parkir setidaknya perlu waktu 1 menit 25 detik untuk mengakses smart gate parking.

Padahal, kalau menggunakan sistem parkir manual seperti saat ini, mobilitas pengunjung bisa jauh lebih cepat. Menurutnya, itu bisa membuat keenggan pengunjung datang ke alun-alun. Perempuan yang akrab disapa Pipit itu juga menilai sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu juga tergolong telat.

“Kami baru menerima Surat Keputusan (SK) Wali Kota Batu Nomor 188.45/189/KEP/35.79.112/2025 tentang Tempat Parkir Tepi Jalan Umum Berbayar Secara Elektronik pada Kawasan Alun-Alun Kota Batu pada 18 Juni lalu,” ujarnya. Kendati begitu, pihaknya meminta agar Pemkot Batu melakukan uji coba terlebih dahulu.

Sehingga, dampak yang ditimbulkan bisa tampak jelas. Namun secara pribadi, Pipit tetap satu suara menolak rencana tersebut. Audiensi yang berlangsung selama satu jam itu juga menampung keluhan jukir. Mereka khawatir apabila tidak diberdayakan lagi saat smart gate parking resmi beroperasi.

Selain itu, penyedia jasa dokar dan odong-odong juga mengaku keberatan jika harus berpindah lokasi imbas smart gate parking. Itu dinilai akan memerlukan proses adaptasi lagi. Baik bagi pengunjung maupun penyedia jasa angkutan tradisional tersebut. Itulah mengapa mereka kompak menyuarakan penolakan.

Menanggapi hal itu, Kepala Dishub Kota Batu Hendry Suseno meminta maaf atas keterlambatan sosialisasi. Itu lantaran pihaknya baru saja selesai menunaikan ibadah haji. Sehingga, pascapenerbitan SK tidak bisa langsung dilakukan sosialisasi karena harus menunggu dirinya.

Meski begitu, Hendry memastikan pemasangan smart gate parking tidak akan merugikan siapapun. Terutama bagi jukir. Pasalnya, 50 jukir di kawasan alun-alun akan tetap diberdayakan untuk penataan parkir. Tentu saja mereka akan diatur dalam jadwal dengan sistem kerja shift.

“Saya pastikan ini (pemasangan smart gate parking) untuk perbaikan tata kelola parkir di alun-alun,” tuturnya. Dia menjelaskan jukir tetap akan menerima bagi hasil dengan nilai yang besar. Yakni 60 persen untuk jukir, sedangkan 40 persen disetor ke rekening daerah. Selain itu, penyedia jasa dokar dan odong-odong akan dipilihkan lokasi yang lebih representatif.

Hendry menyebut belum ada kesepakatan dari audiensi yang dilakukan. Untuk itu, dirinya akan melakukan rapat lanjutan dengan pelaku usaha dan masyarakat. Sebagai informasi, pemasangan smart gate parking akan dilakukan di Jalan Munir, Jalan Sudiro Selatan, dan Jalan Sudiro Utara. (ori/dre)

Editor : A. Nugroho
#penurunan omzet #dishub #pkl #jukir #SK