KOTA BATU - Sejak Januari-Juni 2025, Satlantas mencatat ada 109 kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang terjadi di wilayah hukum Polres Batu. Dari total itu, ada 19 korban yang meninggal dunia. Kerugian materinya mencapai Rp 325,1 juta (selengkapnya baca grafis).
Jumlah kejadian paling banyak yakni di bulan Juni kemarin. Total ada 25 laka lantas yang terjadi. Namun, jumlah korban yang paling banyak tercatat pada bulan Januari lalu. Yakni sebanyak 7 orang meninggal dunia.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu Ipda Agus Atang Wibowo mengatakan bulan Juni kemarin didominasi kecelakaan pada jam-jam sibuk. Misalnya, pada pagi hari sekitar pukul 06.00- 08.00 dan 15.00-17.00. Alias saat jam berangkat dan pulang sekolah atau kantor.
Terbaru, kecelakaan terjadi di Jalan Raya Arum Dalu, Desa Songgokerto, Kecamatan Batu pada 28 Juni lalu. Kecelakaan melibatkan dua sepeda motor. “Beruntung tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut,” ungkapnya.
Atang menyampaikan bulan Januari lalu ada tragedi kecelakaan beruntun akibat rem blong yang menyebabkan empat korban meninggal dunia di lokasi kejadian. Tragedi tersebut melibatkan bus Sakhindra Trans dengan 13 sepeda motor dan mobil pada 8 Januari lalu.
“Selain empat yang meninggal, ada 10 orang mengalami luka,” imbuhnya. Itulah mengapa jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas di bulan Januari menjadi paling banyak jika dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.
Kecelakaan akibat rem blong juga terjadi Juni kemarin. Yakni melibatkan truk mitsubishi fuso tanpa muatan. Truk tersebut melaju dari Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang dan mengalami rem blong yang menyebabkan tabrakan dengan mobil toyota kijang innova.
Sebelum akhirnya berhenti karena ditabrakkan ke pohon sonokeling. Beruntung tak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. "Maka kami sampaikan kepada masyarakat agar terus waspada dan berhati-hati dalam berkendara," tandas pria asal Kecamatan Junrejo itu. (nj5/dre)
Jumlah Kasus Laka Lantas Semester I 2025
Bulan Jumlah Korban Kerugian Materi
- Januari 19 laka 7 MD Rp 218,3 juta
- Februari 12 laka 1 MD Rp 9,2 juta
- Maret 14 laka 1 MD Rp 28 juta
- April 17 laka 3 MD Rp 23,6 juta
- Mei 22 laka 3 MD Rp 19,1 juta
- Juni 25 laka 4 MD Rp 26,9 juta
Total 109 laka 19 MD Rp 325,1 juta