JOGJAKARTA - Sudah ada 35 titik SPBU di Jawa Timur yang menyediakan pertamax green 95. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus berencana untuk menambah enam titik lagi. Sehingga, jumlahnya sesuai target yang ditetapkan tahun ini yakni sebanyak 41 titik.
Peluncuran produk sudah dilakukan di SPBU Jalan Sisingamaraja, Kota Semarang pada 5 Juni lalu. Pertamax green 95 diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH).
Pasalnya, produk tersebut dibuat dengan bahan yang ramah lingkungan. Sehingga, diharapkan memberi dampak positif terhadap kualitas udara.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Heppy Wulandari mengatakan BBM tersebut memiliki kandungan Research Octane Number (RON) 95 yang dicampur dengan bioetanol 5 persen berbasis nabati.
“Sehingga, emisi yang dihasilkan lebih rendah dan ramah lingkungan,” ujarnya dalam Media Gathering Jawa Timur di Bale Raos, Jogjakarta pada Rabu malam lalu (11/6). Heppy menegaskan jaringan distribusi produk tersebut akan terus diperluas.
Tujuannya untuk memperkuat rantai pasok energi hijau berbasis lokal. Sosialisasi bakal terus dimasifkan. Terutama yang berkaitan dengan keunggulan produk tersebut. Selain pertamax green 95, pihaknya juga sedang menyalurkan B40 secara bertahap.
BBM dengan kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) 40 persen itu sudah didistribusikan di seluruh Indonesia. “Sejauh ini juga aman tanpa keluhan pelanngan. Sehingga dipastikan kompatibel untuk kendaraan,” jelasnya.
Heppy turut berkomitmen mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil. Termasuk mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon. Itu selaras dengan cita-cita Net Zero Emission pada 2060. (ori/dre)
Editor : A. Nugroho