Nasional Kota Batu Hari Ini Wisata & Kuliner Kriminal-Kasuistika Ekonomi & Bisnis Pendidikan Opini

BPBD Batu Susun Panduan Penanganan Karhutla

Fajar Andre Setiawan • Minggu, 4 Mei 2025 | 15:58 WIB
UPAYA PEMADAMAN: Salah seorang petugas sedang berupaya memadamkan api pada peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Panderman pada November 2024 lalu.
UPAYA PEMADAMAN: Salah seorang petugas sedang berupaya memadamkan api pada peristiwa kebakaran yang terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Panderman pada November 2024 lalu.

BATU - Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kota Batu bakal lebih sistematis.

Pasalnya, Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) sedang menggodok rencana penyusunan panduan teknis penanganan Karhutla yang selama ini belum dimiliki Kota Batu.

Keputusan itu diambil mengingat potensi Karhutla yang terus meningkat.

Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Batu Gatot Nugraha mengaku selama ini penanganan Karhutla masih sporadis alias tidak tentu.

Tindakan yang diambil hanya berdasarkan perkiraan kasar.

Dalam panduan yang akan disusun sekaligus menjadi acuan penentuan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peralatannya.

Itu akan menggunakan basis kajian kontigensi Karhutla dengan parameter yang lebih jelas.

Selain itu, Gatot juga akan memetakan titik-titik sumber air.

Sumber air itu akan dibuatkan peta cakupan wilayah penanganannya.

“Sehingga ketika ada kebakaran di titik A, petugas sudah tahu di mana sumber air terdekat yang bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Dengan panduan tersebut akan melibatkan berbagai unsur.

Mulai BPBD, TNI, Polri, Tahura, dan masyarakat.

Untuk itu, setiap unsur perlu memahami tupoksinya masing-masing.

Otomatis, upaya sosialisasi pascapenyusunan pedoman penanganan Karhutla harus dilakukan secara masif.

Gatot menambahkan pembuatan panduan akan melibatkan sejumlah ahli dan konsultan.

Forum Group Discussion (FGD) terkait rencana itu akan dilakukan pada Juli mendatang.

Dia menarget dokumen acuan itu bisa selesai pada September.

Sehingga, acuan itu bisa langsung digunakan pada musim kemarau nanti.

“Kalau berkaca dari data tahun lalu, Karhutla cenderung terjadi mendekati musim hujan,” tambahnya.

Gatot juga meminta agar masyarakat lebih bijak menggunakan air.

Terutama pada saat musim hujan seperti saat ini.

Tidak hanya itu, masyarakat juga diminta aktif melaporkan setiap bencana ke BPBD secepatnya.

Sehingga, bencana bisa segera tertangani. (ori/dre)

Editor : Aditya Novrian
#kebakaran hutan #karhutla #BPBD