BATU - Okupansi hotel dan vila di Kota Batu diprediksi akan melonjak pada musim libur panjang akhir tahun ini.
Namun, pelaku usaha hotel dan vila diminta lebih waspada.
Pasalnya, momen tersebut kerap dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Baca Juga: Pemkot Minta Pengusaha Vila Lebih Selektif
Modusnya adalah penawaran harga menginap yang sangat murah.
Selain itu, penipuan juga bisa dilakukan dengan cara hacking atau membajak situs resmi yang dimiliki hotel atau vila.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu Sujud Hariadi mengaku pernah menerima laporan dari salah satu pelaku usaha hotel terkait kasus pembajakan akun google bisnis.
“Saya pernah mendapat dua laporan kasus tersebut di salah satu hotel Kota Batu,” terangnya.
Tentu saja penipuan tersebut dilakukan hacker.
Bukan dari oknum pelaku usaha.
Caranya yakni dengan masuk ke akun google bisnis milik pelaku usaha.
Dari situ, pelaku akan melakukan perubahan sejumlah informasi.
Terutama informasi yang berkaitan dengan pemesanan.
Misalnya, dengan mengganti nomor telepon.
Sehingga, calon customer menghubungi nomor telepon pelaku.
Dari situlah pelaku akan berpura-pura menjadi petugas atau karyawan hotel.
Pelaku akan mengarahkan customer untuk melakukan pemesan dengan prosedur yang tak semestinya.
Hingga akhirnya, customer melakukan transfer sejumlah uang sebagai tanda pemesanan.
Untuk menarik banyak mangsa, biasanya hacker juga akan membuat sejumlah penawaran yang menggiurkan.
Terutama dengan cara memberikan diskon besar-besaran.
Untuk itu, Sujud meminta pelaku usaha hotel dan vila mengecek akun bisnisnya secara berkala.
Dia menilai potensi penipuan tak menutup kemungkinan juga akan menyasar media sosial.
Apalagi penggunaan media sosial untuk sarana promosi kian masif.
Sujud mengimbau masyarakat selalu waspada ketika memilih penginapan saat berlibur.
“Gunakan platform resmi atau online travel agent (OTA) untuk lebih amannya,” tutupnya. (ori/dre)
Editor : Yudistira Satya Wira Wicaksana